Download Istri Kedua - Leeya PDF GRATIS



Novel Istri Kedua by Leeya pdf. Novel Ini bergenre Romantis, Fiksi umum Yang diterbitkan di situs baca online (Wattpad) pada tahun 2020.

 Prolog

Sudah satu minggu lamanya Bara meninggalkan keluarga untuk memantau pabriknya yang berada di luar kota, hari ini dia pulang tanpa pemberitahuan terlebih dahulu, istilahnya Bara ingin memberi kejutan. Seraya menenteng sebuah paper bag di tangan kanannya sementara tangan kiri ada tas travel kecil berisi baju-baju kotornya, langkah panjangnya memasuki rumah yang sudah ia rindukan selama sepekan terakhir. Bukan saja rumah yang ia rindukan, melainkan penghuni di rumah itu.                          

Dia sudah mendengar suara anak dan istrinya ketika ia masuk dan melintasi ruang depan, senyumnya mengembang lebar. Langkahnya semakin cepat masuk ke ruang keluarga dan orang pertama yang dia lihat di ruang keluarga itu adalah seorang wanita yang mengikat rambutnya ke atas, duduk di atas sofa dengan senyum indah mengarah pada sosok anak kecil yang sedang bermain dengan seorang wanita cantik berjilbab di sebelahnya.                          

"Assalamualaikum." Bara mengucap salam, serentak ketiga orang di ruangan itu menoleh padanya. 

                             

"Apaaaaaaah." Adalah Ara, orang pertama yang langsung bangkit dan meninggalkan mainannya lalu berlari menuju sang papah. Pria itu harus menjatuhkan kedua benda yang di pegang kedua tangannya untuk menyambut sang anak lalu menggendongnya.                   

"Waalaikum salam." Wanita berjilbab menjawab yang tak lain adalah istrinya pertamanya, Ira. Wanita itu tampak tersenyum dan segera bangkit dari duduk lesehannya di atas karpet bergambar kartun. "Kok pulang gak ngabarin mas?"

                             

"Kejutan."                           

Sembari menggendong Ara, Bara mendekati wanita berjilbab yang menyambutnya. Di ikuti seorag perempuan bernama Letta yang berdiri di belakang Ira.                 

"Hai sayang." Bara menurukan Ara untuk memeluk dan memberi kecupan di puncak kepalanya Ira seperti biasa, tepat di depan mata Letta yang memandang dengan senyum di bibirnya, menyembunyikan kepiluan yang tertaman di hatinya.

                              

Sementara padanya, Bara hanya bersapa hai di belakang punggung Ira. Letta membalas dengan senyum.                            

Kepulangan Bara membuat ketiga wanitanya sangat merasa senang. Ara tentu saja yang menyambut sang ayah dengan kegembiraannya, Ira yang tak menutupi rasa senangnya dan Letta hanya bisa mengatakan rindu di matanya.                         

Bara bahkan melewati Letta begitu saja dan duduk di sofa, membawa anaknya duduk di pangkuan. Jika Ira ikut duduk di samping suaminya setelah mengambil paper bag atas suruhan sang suami, Letta malah menyingkir kebelakang.                         

Kebersamaan ketiganya di ruangan itu tampak sempurna tanpanya, dan jika mereka bertiga sudah bercengkraman seperti itu, Letta tak mau menganggu, dia selalu memberikan waktu untuk mereka bertiga. Karena untuknya, lebih baik tak berada di sana, dia juga lebih suka masuk ke belakang. Beralasan membawa baju-baju Bara yang kotor, Letta menyingkir. 

                             

Kepulangan Bara harusnya membawa kegembiraan baginya yang tak lain adalah istri pria itu, Letta memang merindukan Bara, namun sepertinya tidak dengan pria itu kepadanya.                          

Harusnya Letta tak mudah merasa berkecil hati, karena sejak awal memang begitulah sifat Bara padanya. Namun semakin lama dia menerima sikap Bara yang seperti itu, sesuatu berupa rasa pilu tumbuh.                           

Letta ingat saat pertama kali mendapati perasaan itu ketika dirinya baru melahirkan dua bulan, Letta sedang berada di ruang keluarga dan tak lama  Bara pulang dari kantor. Pria itu menyapa anaknya dalam balutan selimut yang sedang di gendong Letta setelah di beri Asi, tersenyum pada Letta seolah itu adalah sebuah kewajiban.                          

Sementar pada Ira yang baru keluar kamar langsung di hampiri Bara mencium puncak kepala istrinya menatap hangat wanita yang di cintainya itu. Tatapan yang tidak pernah Letta terima jika sedang berinteraksi biasa seperti itu.                            

Maka dari situlah, setiap Bara pulang Letta lebih suka menyingkir, atau jika mereka tengah berkumpul, Letta selalu menjauh. Karena Letta tak mau ada rasa iri yang mengendap di dalam hatinya jika dia tetap melihat kebersamaan mereka. 

Download File

*Untuk menghargai karya penulis buku / novel ini, Jangan lupa beli buku original nya Di Gramedia di kota anda, thanks



Related Posts

Subscribe Our Newsletter